Menjadi Akuntan Milenial ala Felicia Tjuanda

Felicia Tjuanda (Doc. Pribadi)
Jakarta - Saat ini mulai banyak beredar jurusan perkuliahan di tanah air yang berhubungan dengan keuangan selain Akuntansi , mulai dari Bisnis, Finance dan semacamnya, namun Gadis cantik jelita Felicia Tjuanda masih kukuh untuk memilih akuntansi sebagai pilihan pendidikan tingkat atasnya. Kepada Hey! Journal , Felicia menyampaikan bahwa alasan ia memilih jurusan akuntansi lebih disebabkan jurusan akuntansi memiliki prospek karir yang jelas serta luas di masa mendatang. "karena sewaktu SMA paling senang kalo ketemu pelajaran akuntansi, terus mikir kalau jurusan akuntansi itu untuk melamar pekerjaan sangat luas dan bagus untuk prospek masa depan"ujarnya



Menurut Felicia untuk menjadi akuntan milenial , mahasiswa wajib bisa menguasai rumus-rumus pemrograman yang terdapat pada Microsoft Excell "Harus bisa mengoperasikan laporan-laporan keuangan menggunakan microsoft excell karen msih banyak yang belum bisa menggunakan rumus-rumus pemrograman"jelasnya. Lebih lanjut Felicia menjelaskan untuk menjadi seorang akuntan, tidak hanya memerlukan kepandaian dalam menyamakan neraca saja namun harus diimbangi juga dengan sikap yang baik. "harus memiliki attitude yang baik. karena walaupun lulus dengan nilai IPK yg tinggipun tetapi memilliki attitude yang jelek juga percuma. terus yang penting lagi harus punya melatih softskill seperti bisa presentasi dan lain-lain jangan cuman bisa menghitung saja , tapi harus bisa speech juga"jelas Felicia secara gamblang

Felicia kemudian menjelaskan jenjang karir menjanjikan apa saja yang bisa diambil oleh seorang akuntan di masa mendatang "bisa jadi auditor, konsultan pajak, akuntan di perusahaan” , ahli keuangan, bisa buat firm sendiri (accountant firm) dan sebenarnya jurusan akuntansi itu luas pelajarannya di jurusan akuntansi juga belajar bisnis dan finance"



Mengenai pendapat tentang adanya anggapan akuntansi bisa digantikan dengan mesin dan sudah merupakan ilmu yang ketinggalan zaman, Felicia membantah hal tersebut lalu menjelaskan secara gamblang bahwa manusia tetap harus mampu menguasai ilmu akuntansi, terlepas dari canggihnya suatu mesin maupun program "menurut saya sampai saat ini masih belum bisa seorang akuntan digantikan oleh mesin karena mesin itu hanya digunakan untuk membantu pekerjaan seorang akuntan, bukan menggantikan seorang akuntan. karena program bisa saja error dan program tidak bisa melakukan pengecekan seperti yg dilakukan oleh seorang auditor. dan jugaa sebagimanapun suatu computer dengan perangkat lunaknya tidak akan dapat secara maksimal mengoperasikan kegiatan akuntansi tanpa dioperasikan oleh pengguna atau seseorang yang memiliki keahlian akuntansi (MAr.)

Komentar